Saturday, 24 January 2015

Reproduksi tumbuhan paku (metagenesis)

Reproduksi tumbuhan paku – Tumbuhan paku mengalami pergiliran keturunan atau biasa disebut metagenesis. Pada gametofitnya biasa disebut protalium yang berasal dari hasil perkecambahan spora yang haploid. Adapun bentuk protaliumnya mirip dengan jantung dan memiliki warna hijau, ia selalu berlekatan pada bagian substrat dengan memanfaatkan rizoid. Protalium akan menghasilkan spora yang memiliki bentuk serta ukuran yang berbeda – beda.

Ketika mengalami pergiliran keturunan generasi sporofit adalah tumbuhan paku. Di dalam protalium akan menghasilkan arkegonium (penghasil ovum) dan anteridium (penghasil spermatozoid). Ketika ovum dan spermatozoid bertemu maka ia akan tumbuh menjadi zigot dan selanjutnya akan menjadi tumbuhan paku yang sporofit.

Sementara itu daun yang fertil akan terbentuk sporangium (kotak spora), di dalam sporangium akan menghasilkan sel induk spora ia akan mengalami pembelahan meiosis menjadi spora yang haploid. Jika sporangium pecah maka seluruh spora akan keluar dan beterbangan ke tempat yang sesuai dengan kondisinya untuk berkecambah dan membentuk sporangium, saat itu maka siklus reproduksi dari tumbuhan paku akan terulang lagi.

Ciri – ciri tumbuhan paku adalah memiliki batang yang berpembuluh, batangnya juga berkayu dan termasuk tumbuhan kormus. Tumbuhan paku selalu menghasilkan pora, dalam perkembangbiakannya mengalami metagenesis generasi gametofit tumbuhan paku selalu berumur pendek sementara generasi sporofit selalu berumur lebih panjang dari gametofitnya.

 

Gambar daur hidup paku pakuan

Gambar Daur hidup paku – pakuan

Menurut pembagian kelompok tumbuhan paku juga dibedakan menjadi 3 berdasarkan jenis sporanya.
1) Tumbuhan paku homospor
Ciri ciri tumbuhan paku homospor adalah sporanya tidak dapat dibedakan antara spora yang jantan dan spora yang betina

Contohnya adalah  Lycopodium clavatum (paku kawat).

gambar daur hidup paku homospor

Daur hidup tumbuhan homospor

 

2) Tumbuhan paku heterospor
Tumbuhan paku homospor pada spora yang jantan selalu berukuran kecil sedangkan spora betina ukurannya besar.

Contohnya paku heterospor Selaginella sp (paku rane),Marsilea sp (semanggi).
gambar daur hidup paku heterospor
daur hidup paku heterospor

3) Tumbuhan paku peralihan
Ukuran spora paku peralihan selalu sama demikian pula mengenai bentuknya antara spora jantan dan betina

Contohnya paku peralihan  Equisetum debile (paku ekor kuda).
daur hidup paku peralihan

daur hidup paku peralihan

Demikianlah penjelasan mengenai Reproduksi tumbuhan paku, semoga dapat membantu dalam memahami proses metagenesis ini.

Artikel sebelumnya

Reproduksi Sel

Fungsi dinding Sel

Fungsi membran Sel